13 comments on “Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan

  1. Ping-balik: Kreativitas | Creations of My Life

  2. Pak.. Saya selaku mahasiswa.. Bukan maksud lain.. Hanya ingin tau
    Kepada pak hadi susanto.. Langkah2 pakem kok gk di masukan pak ?

    • Setiap ahli memiliki versi sendiri-sendiri. tetapi hakikatnya sama, yaitu belajar aktif. Istilah belajar aktif adalah learning by doing, yang merupakan integrasi aspek teori dan praktik. PAKEM versi Zahra Chairani misalnya terdiri atas empat komponen, yaitu : Mengalami (melakukan pengamatan, melakukan percobaan, melakukan penyelidikan, dan melakukan wawancara) Komunikasi (mengemukakan pendapat, presentasi laporan, memajangkan hasil kerja), Interaksi (Diskusi, Tanya jawab, Lempar lagi pertanyaan). Refleksi (memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan).
      Adapun langkah-langkah pembelajaran PAKEM:
      Kegiatan pendahuluan meliputi deskripsi singkat, relevansi, dan kompetensi. Kegiatan Inti yang meliputi membangun pengalaman belajar, komunikasi gagasan, interaksi, dan refleksi. Kegiatan penutup tes formatif umpan balik, dan tindak lanjut.
      Alternatif lain langkah – langkah Pakem sebagai berikut :
      1. Review (Guru dan siswa meninjau ulang pelajaran yang lampau).
      2. Pengembangan (Guru senantiasa menyajikan ide baru dan perluasan konsep).
      3. Latihan terkontrol (Guru memeriksa kemungkinan terjadinya miskonsepsi. Dianjurkan dengan kerja kelompok).
      4. Seat work (Siswa bekerja mandiri atau dalam kelompok dengan perluasa konsep).
      5. Laporan siswa perorangan atau kelompok (Hasil kerja individu atau kelompok dilaporkan untuk kalu perlu ada perbaikan).
      6. Pendalaman melalui premainan (Anak diajak bermain dengan tujuan untuk memperdalam materi).
      7. Pajangan hasil karya (Hasil karya dipajangkan berfungsi sebagai apresiasi karya dan perpustakaan kelas/sudut baca).
      8. Pemberian PR untuk tindak lanjut (PR harus dikoreksi dan dinilai)

    • Seidaknya itulah sistem pendidikan yang kita anut sekarang. PAKEM berasal dari konsep bahwa pembelajaran harus berpusat pada anak ( student-centre learning) dan pembelajaran harus bersifat menyenangkan (learning is fun), agar mereka termotivasi untuk erus belajar sendiri tanpa diperintah dan agar mereka tidak merasa terbebani atau takut. ( Rusman, 2010:321). Untuk itu, maka aspek learning is fun menjadi salah satu aspek dalam pembelajaran PAKEM, disamping upaya untuk erus memotivasi anak agar mereka mengadakan eksplorasi, kreatif, dan bereksperimen terus dalam pembelajaran.
      Di samping itu, PAKEM adalah penerjemahan dari pilar pendidikan yang di canangkan oleh UNESCO:
      1. Learning to know, yaitu mempelajari ilmu pengetahuan berupa aspek kognitif dalam pembelajaran
      2. Learning to do, yaitu belajar melakukan yang merupakan aspek pengalaman dan pelaksanaannya.
      3. Learning to be, yaitu belajar menjadi diri sendiri berupa aspek kepribadian dan kesesuaian dengan diri anak ( ini juga sesuai dengan konsep “ multiple intelligent” dari Howard Gardner, dan
      4. learning to life together, yaitu belajar hidup dalam kebersamaan yang merupakan aspek kesosialan anak, bagaimana bersosialisasi, dan bagaimana hidup toleransi dalam keberagamaan yang ada di sekeliling siswa.

  3. Ping-balik: PAIKEM – Judul Situs

    • Cara penyajian pembelajaran dengan menerapkan model PAKEM berbasis eksperimen adalah sebagai berikut
      1. Menyajikan masalah dalam bentuk umum yaitu: penyajian masalah dalam bentuk umum dilaksanakan diawal pelajaran yang berfungsi sebagai motivasi terhadap siswa yang mengaitkan materi ajar dengan pengetahuan nyata siswa.
      2. Penyajian kembali masalah dalam bentuk operasional, yang dilaksanakan dengan media bantu Lembar Krja Siswa (LKS), masalah yang akan dipecahkan oleh siswa yaitu masalah-masalah yang berkaitan dengan materi pelajaran.
      3. Menentukan strategi penyelesaian, strategi penyelesaian masalah ini dilakukan dengan membagi siswa dalam bentuk kelompok. Kelompok-kelompok yang dibentuk merupakan kelompok hetrogen.
      4. Menyelesaikan masalah, dalam penyelesaian masalah, siswa dilatih untuk menyelesaikan masalah dengan melakukan eksperimen.
      5. Melihat kembali penyelesaian
      a). Meminta perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok didepan kelas.
      b). Siswa dan guru bersama-sama menarik kesimpulan dari materi yang sudah dipelajari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s